Cilegon, Banten — Dalam rangka menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah, Babinsa Koramil 2301/Cilegon, Sertu Suwandi, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan edukasi tentang bahaya bullying kepada siswa-siswi SMK YP 17 Cilegon, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Banten, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah, para guru, serta seluruh siswa dan siswi SMK YP 17 Cilegon. Penyampaian materi bertujuan membentuk karakter generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme, memperkuat persatuan dan kesatuan, menghargai keberagaman, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Selain materi Wawasan Kebangsaan, Sertu Suwandi juga memberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan atau bullying. Para siswa diberikan pemahaman agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan, menyakiti, merendahkan, maupun mengucilkan teman, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Kepala SMK YP 17 Cilegon, Hj. Aan Suhana, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Babinsa dalam memberikan pembinaan kepada para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pembekalan Wawasan Kebangsaan dan edukasi tentang bahaya bullying ini. Materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi siswa agar mereka memiliki karakter yang baik, saling menghargai, serta mampu menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, ” ujar Hj. Aan Suhana.
Dalam penyampaiannya, Sertu Suwandi mengajak para siswa untuk memahami bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sebagai generasi muda, adik-adik harus memiliki rasa cinta tanah air, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling bermusuhan, ” kata Sertu Suwandi.
Terkait perundungan, Babinsa menegaskan bahwa bullying bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan dan dapat memberikan dampak buruk terhadap korban maupun lingkungan sekolah.
“Bullying bukan candaan. Tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, maupun melakukan kekerasan terhadap teman dapat menimbulkan dampak yang serius. Mari kita bangun budaya saling menghormati, peduli, dan berani mencegah perundungan di lingkungan sekolah, ” tegasnya.
Sertu Suwandi juga mengajak seluruh siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan segera melaporkan kepada guru apabila menemukan tindakan perundungan.
Sementara itu, Danramil 2301/Cilegon, Mayor Inf. Usman, mengatakan bahwa pembinaan Wawasan Kebangsaan dan pencegahan bullying merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Pembinaan kepada pelajar harus terus dilakukan karena mereka merupakan generasi penerus bangsa. Melalui Wawasan Kebangsaan, kita ingin menanamkan semangat nasionalisme, persatuan, toleransi, dan pengamalan Pancasila. Di sisi lain, edukasi tentang bahaya bullying penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan saling menghargai, ” ujar Mayor Inf. Usman.
Danramil berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada para siswa untuk menjauhi segala bentuk perundungan dan menjadi pelopor dalam menciptakan suasana sekolah yang harmonis.
“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pelajar yang berprestasi, berkarakter, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap teman dan lingkungan, ” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari pihak sekolah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara TNI dan pihak sekolah dalam membentuk generasi muda yang berjiwa nasionalis, berkarakter, peduli terhadap sesama, serta terbebas dari praktik perundungan.

Hermawan Setyadi